• Kategori
  • Phone / Fax: +62 (0)361 4701258
    Mobile: +62-81 999 191 104/6
    Address: Jl. Gandapura III, no. 501X
    Kesiman Kertalangu
    Denpasar
    Bali - Indonesia
    Open 9 am - 5 pm Monday - Friday
    [ View Map ]

    Mekar Bhuana trip advisor

  • 1

    Portofolio

    1999 – 2000 Pelestarian tiga gaya Gender Wayang asli Desa Pacung, Gianyar. Gaya ini diajarkan kepada musisi di luar desa Pacung dengan tujuan agar mereka bisa menghargai gaya dari desa lain di luar desanya.

    1999 – Membeli dan memugar satu set instrumen gamelan antik Pelegongan berdaun lima (semara patangian) kemudian membentuk grup Pelegongan yang antusias mempelajari dan memainkan gending-gending asli peninggalan jaman kerajaan Denpasar, yang hanya ditemukan di desa pagan Kelod, Denpasar.

    2001 – Grup pelegongan berpartisipasi pada parade pembukaan dan juga menampilkan Legong Kuntul dan gending-gending langka pada Pesta Kesenian Bali.

    2001 – grup pelegongan dengan terompong menampilkan gending-gending semara pagulingan gaya Pagan Kelod dan pelegongan gaya Kelandis pada acara Festival Kesenian Nusa Dua.

    2002-2003 – Mengajak Bapak I Wayan Kelo, seorang maestro pelegongan dari Br. Pande Mas, Kuta, untuk mengajar gending-gending pelegongan yang langka dan belum pernah direkam sebelumnya kepada grup pelegongan kami. Grup kami mempelajari dan merekam tiga gending yang belum pernah direkam tersebut.

    2003 – Grup pelegongan tampil pada pembukaan Pesta Kesenian Bali. Dipimpin oleh maestro pelegongan Bapak I Wayan Kelo, kami memainkan gending-gending pelegongan yang belum pernah direkam sebelumnya yang diciptakan oleh I Wayan Lotring pada tahun 1930an.

    2004 – Membina dan mengajar grup anak-anak secara gratis gaya Gender Wayang Sanur dengan tujuan untuk menambah popularitas kesenian ini.

    2004 – Membeli dan memugar satu set gamelan kuno Semara Pagulingan saih pitu.

    2004 – Grup pelegongan menampilkan Condong dan Legong Kuntul serta dua gending instrumental di Festiva Payangan Ubud.

    2004-2005 – Melakukan proyek pelestarian gaya pelegongan Singgi, Sanur. Mengajak seniman tua untuk mengajar lima gending langka kepada grup pelegongan kami.

    2004 – Pendiri sanggar mendemonstrasikan sekaligus menampilkan gamelan dan tari di Kedutaan Besar Indonesia, di panti jompo dan taman kanak-kanak di Wellington. Misi ini kami lakukan dengan sukarela untuk memperkenalkan kesenian Bali pada masyarakat umum di Selandia Baru.

    2004 – Membentuk grup gamelan gender wayang pertama di Selandia Baru.

    2006 – Setelah menyelesaikan rekonstruksi gamelan semara pegulingan, grup kami mulai mempelajari gending-gending dari rekaman kuno dan seniman tua dari berbagai desa.

    2006 – Grup gamelan genggong kami diundang oleh International Jew’s Harp Festival di Amsterdam, Belanda untuk tampil di sana.

    2007 – Grup pelegongan kami menampilkan produksi tiga bulan berjudul ‘Classical Court Performances’ di Hotel Mercure, Sanur, termasuk memberikan penjelasan tentang sejarah tari dan tabuh Bali yang langka sekaligus penjelasan tentang instrumen gamelan dan kostum tari.

    2007 – Grup pelegongan diundang tampil pada malam pembukaan Festival Film Bali pertama. Kami menampilkan gending-gending langka pada acara tersebut.

    2007 – Grup pelegongan dengan terompong tampil pada acara peringatan kematian Mads Lange yang ke-200, seorang pedagang asal Denmark yang pernah tinggal di Kuta pada pertengahan tahun 1800an. Kami menampilkan gending-gending pelegongan kuno yang di ciptakan oleh komposer asal Kuta, I Wayan Lotring serta mengiringi tari Legong Kuntul dan Topeng Dalem.

    2008 – Grup pelegongan diundang tampil pada malam pembukaan Festival Film Bali kedua dan kami menampilkan gending-gending langka pada kesempatan tersebut.

    2008 – Grup gender wayang kami diundang untuk tampil pada festival musik dunia pertama di Cina (World Music Shanghai), sebagai bagian dari Shanghai Expo 2010. Kesempatan pementasan yang unik ini mendorong para musisi kami untuk belajar lebih banyak lagi gending langka dari Desa Teges Kanginan di Peliatan, Ubud. Menjaga dan melestarikan tujuh gending langka dari gending kuno ini.

    2009 – Grup semara pagulingan kami diundang untuk tampil pada festival ‘A Tapestry of Sacred Music’ di  Esplanade, Singapore. Kami menampilkan lima pertunjukkan gending-gending semara pagulingan (dari Banjar Pagan Kelod, Denpasar, Kamasan, Klungkung and Gianyar) dan gending pelegongan (dari Teges Kanginan, Ubud and Banjar Tegal, Kuta). Vaughan Hatch juga memberikan penjelasan dan demonstrasi tentang gamelan langka ini selama festival berlangsung. Kami juga merilis CD yang berisi tujuh gending semara pagulingan dan dua gending pelegongan.

    2009 – Vaughan Hatch memberikan presentasi tentang pelestarian pelegongan, bebarongan dan semar pegulingan di Bali Selatan pada Konferensi Budaya Bali Utara di Buleleng pada bulan Juli lalu. Grup semar pegulingan kami juga tampil pada kesempatan tersebut.

    2009 – Grup semar pegulingan dan pelegongan menampilkan Pendet, Gabor, Legong Kuntul, Legong Condong serta Legong Jobog pada pembukaan dan penutupan HACGAM ke-5 (konferensi batas laut international) di Kartika Discovery Hotel, Kuta.

    2009 – Membuka acara Maha Bandana Prasadha di Denpasar dengan menampilkan gending-gending dari rekaman tahun 1928. Kami juga mengiringi dua tarian berbeda untuk memperingati Perang Puputan.

    2009 – Grup semar pegulingan kami menampilkan gending-gending gaya Pagan Kelod dan Kamasan termasuk gending Blandongan berdurasi 20 menit pada acara court music recital di The Mansion, Ubud.

    2010 (25 Juni) – Pementasan pelegongan di Pesta Kesenian Bali 2010. Pementasan yang didedikasikan kepada tiga guru yang telah meninggal dunia, kami menampilkan tiga gending langka dari I Wayan Lotring dan satu gending hasil rekonstruksi dengan pola pukulan gaya Kuta yaitu Legong Jobog.

    2010 (21 Sept) – Pementasan pelegongan di acara Konferensi APEC untuk Keselamatan Penerbangan di Hotel Westin, Nusa Dua. Kami menampilkan tari Gabor dan Lasem (pengawak dan pengecet) hasil rekonstruksi dari rekaman grup I Wayan Lotring dari Kuta yang direkam tahun 1973.

    Leave a Reply


    © Mekar Bhuana | developed by bali web design | 0,402
    Please don't use images from our website without our permission